December 4, 2021

Pengertian Sistem Inventory, Manfaat, Metode dan Tips Pengelolaannya

Sebuah perusahaan dagang umumnya menggunakan sistem inventory karena sangat bermanfaat untuk menjaga persediaan serta bisa meningkatkan keuntungan bisnis. Lalu, apa sistem inventory tersebut? Apa saja manfaatnya selain bisa menjaga persediaan barang? Bagaimana cara pengelolaannya?

Nah, buat kamu para pebisnis yang ingin memulai usaha, baik skala kecil maupun besar, lebih baik intip kelengkapan informasi terkait apa sistem inventory berikut ini.

Pengertian Sistem Inventory

Apa sistem inventory? Jika diartikan dalam istilah Bahasa Indonesia adalah sistem persediaan. Secara umum, sistem inventory diartikan sebagai sistem pengaturan data dalam persediaan barang yang berkaitan dengan aktivitas logistik sebuah perusahaan atau bisnis.

Penyetokan barang-barang tersebut juga tentunya memiliki tujuan tersendiri, yakni tergantung dari skala perusahaan serta kebijakan manajemennya. Contoh saja, seperti toko sembako yang menyimpan barang dan langsung dijual kembali kepada konsumen.

Akan tetapi, pada beberapa perusahaan besar terdapat barang yang disimpan sesuai dengan tujuannya masing-masing seperti untuk produksi, untuk dijual kembali, atau bahkan barang suku cadang untuk mesin produksi.

Tujuan tersebut bukan semata-mata keinginan dari pemilik perusahaan. Perhitungan persediaan barang juga ditentukan dengan sistem penyimpanan yang tepat untuk dapat digunakan kembali.

Maka dari itu, dibutuhkan sistem inventory untuk mengaplikasikan pengelolaan penyimpanan stok barang di sebuah perusahaan.

Manfaat Dari Sistem Inventory?

Sebelumnya, mungkin sudah pernah dibahas terkait manfaat sistem inventory di sebuah perusahaan, yakni bisa digunakan untuk menjaga stok barang hingga mengetahui jumlah persediaan secara detail.

Namun, selain itu ternyata masih ada lagi manfaat dari sistem inventory loh. Yuk, buat kamu yang masih belum memahami apa manfaat dari sistem ini simak informasi selengkapnya berikut ini.

  • Ketersediaan Barang Semakin Terjaga

Manfaat sistem inventory yang pertama adalah bisa membuat persediaan barang semakin terjaga. Dengan sistem ini, pastinya kamu sebagai pemilik perusahaan ingin memberikan produk dan layanan yang terbaik, bukan?

Jika perusahaan kamu tidak memiliki barang yang cukup di gudang maupun yang siap dijual, maka tandanya kamu tidak memiliki sistem inventory yang baik.

Bagaimana ciri perusahaan dengan sistem inventory yang baik? Yakni perusahaan yang memiliki perhitungan persediaan barang yang tepat. Nah, sistem inventory ini dapat membantu perusahaan dalam menjaga ketersediaan barang di gudang, baik yang digunakan sebagai bahan baku produksi maupun barang yang langsung bisa di jual.

  • Meningkatkan Penjualan

Manfaat sistem inventory yang selanjutnya adalah bisa meningkatkan penjualan, di mana kamu bisa menjaga stok dengan aman. Dengan sistem inventory, stok barang kamu selalu tersedia dan tidak pernah kehabisan. Dengan begitu, kamu bisa percaya diri untuk melakukan kegiatan penjualan.

Dengan persediaan barang yang aman, perusahaan bisa dicap baik dari segi komitmen oleh para pelanggan. Terlebih, produk kamu sudah dianggap sebagai produk yang akan selalu dibutuhkan.

Tidak hanya itu, dengan sistem inventory yang baik pula maka bisa menimbulkan efek yang bisa membuat para pelanggan akan terus melakukan repeat order kepada perusahaan Anda.

  • Layanan Konsumen dan Mitra Tetap Aman

Selain memiliki citra baik, karena konsisten dalam memberikan persediaan stok barang, manfaat sistem inventory juga bisa meningkatkan kredibilitas perusahaan.

Sangat baik bukan, jika perusahaan kamu memiliki layanan dengan kecepatan dan ketepatan dalam sistem penyimpanannya?

Selain itu, sistem ini juga akan jauh memudahkan kamu dalam menjalankan distribusi barang serta memenuhi permintaan produk baik dari segi konsumen ataupun mitra.

  • Alat Kontrol Persediaan

Manfaat sistem inventory yang tidak kalah bagus adalah bisa menjadi alat kontrol. Pasalnya, kamu tidak perlu melakukan proses penyimpanan dan perhitungan stok barang secara manual.

Contohnya seperti melakukan pemantauan jumlah barang, karena saat ini dengan sistem inventory kamu bisa melakukan inventory control dengan mudah, fleksibel dan menyeluruh.

Bahkan, sistem ini juga bisa memberikanmu akses yang lebih mudah ketika kamu ingin melihat daftar jumlah barang yang masih tersedia, barang yang sedang dalam pemesanan, hingga jumlah order barang yang sedang menanti.

Bahkan, sistem inventory ini sangat memudahkan pemilik perusahaan untuk melihat stok produk, kondisi produk dan lainnya, kapanpun dan dimanapun kamu menyimpan barangnya.

  • Membantu Pengambilan Keputusan

Manfaat sistem inventory yang terakhir adalah bisa membantu pihak perusahaan pengambil keputusan terkait penjualan barang.

Pasalnya, dengan menerapkan sistem ini kamu bisa sangat fleksibel dalam memperhitungkan ketepatan jumlah barang. Sehingga kamu menjadi lebih mudah untuk melakukan pengambilan keputusan terkait inventory perusahaan Anda.

Jadi, caranya kamu cukup melihat daftar laporan barang yang ada, setelah itu kamu bisa menganalisanya dengan cepat.

Tips Pengelolaan Sistem Inventory

Bagaimana, sudah tahu bukan deretan manfaat dari sistem inventory ini? Jika sudah paham, selanjutnya kamu bisa mengetahui tips pengelolaannya.

  • Menata Barang di Tempat dan Beri Nama

Tips yang pertama, kamu bisa menata tempat penyimpanan gudang dengan efektif dan efisien. Selanjutnya, kamu pisahkan jenis barang sesuai kategori yang bertujuan agar barang lebih mudah dicari. Lalu, berikan label khusus di setiap barang atau kategori.

  • Membuat Pencatatan yang Rapi dan Jelas

Tips yang kedua adalah buatlah sistem pencatatan barang yang rapi dan jelas, sehingga kamu bisa menentukan untuk mencatat barang berdasarkan waktu datang ataupun jumlah stok.

  • Mengenali Jenis Kebutuhan Perusahaan

Jika perusahaan kamu masuk ke dalam skala usaha cukup besar maka bisa lakukan tips yakni kenali jenis kebutuhannya, agar bisa dipertimbangkan untuk memanfaatkan perangkat lunak khusus untuk pencatatan barang.

  • Sesuaikan Anggaran

Tips yang tidak kalah penting adalah sebaiknya menyesuaikan budget yang dimiliki perusahaan dalam melakukan sistem inventory ini.

Kamu bisa menyerahkan pencatatan barang pada staf khusus, secara manual atau memakai teknologi. Intinya, akan sama-sama harus dihitung keuntungan dan kerugiannya.

  • Metode Penilaian Inventory

Selain manfaat dan tips pengelolaan sistem inventory, kamu juga wajib tahu metode apa saja yang dilakukan dalam penilaian inventory. Pasalnya, sistem inventory ini juga bisa mengatur mengenai penggunaan metode penilaian inventory yang ada di perusahaan kamu.

Nah, di Indonesia sendiri metode penilaian inventory itu memang hanya memiliki dua jenis yang masuk standarisasi, yakni FIFO dan Average.

Di artikel ini, kami akan menginformasikan tiga metode umum yang biasa digunakan perusahaan-perusahaan besar, yakni metode penilaian persediaan menurut Stice (2011:667):

  • First In First Out (FIFO)

Metode yang pertama adalah FIFO atau First In First Out. Metode penilaian ini biasa dilakukan berdasarkan data barang yang masuk pertama adalah barang yang lebih dahulu harus dijual atau dikeluarkan.

Nah, dengan metode ini kamu bisa menyesuaikan jika adanya kenaikan harga sesuai dengan harga paling baru. Di dalam metode FIFO ini, kamu juga bisa menghasilkan lebih besar nilai persediaan barang, ketimbang dengan harga pokok penjualan.

  • Last In First Out (LIFO)

Metode sistem inventory yang kedua adalah LIFO, atau last in first out. Metode inventory ini penilaianya dilakukan berdasarkan data barang yang biasanya masuk terakhir adalah barang yang harus lebih dahulu dijual atau dikeluarkan.

Bahkan, metode inventory LIFO ini bisa disebut sebagai metode yang sangat bertolak-belakang dari metode FIFO. Karena metode ini biasa berjalan dengan kenaikan harga sesuai dengan harga terakhir persediaan barangnya.

  • Average (AVG)

Metode inventory yang terakhir adalah AVG atau Average. Tidak bertolak belakang dengan kedua metode sebelumnya, tapi metode ini lebih berada di tengah-tengah antara FIFO dan LIFO.

Di mana, harga pokok per unit barang, biasa dihitung dengan rumus (Nilai Persediaan Awal + Nilai Pembelian) / (Jumlah Persediaan Awal + Jumlah Pembelian). Sehingga, harga pokok per unit atau barangnya akan berubah setiap kali adanya pembelian dengan harga yang berbeda.

Di sini, nilai HPP dari barang yang sudah terjual akan dihitung sebesar jumlah unit terjual, lalu dikalikan harga pokok rata-rata ketika terjadi penjualan.

Selanjutnya, nilai persediaan yang tercatat sebesar jumlah persediaan akhir, dikalikan harga pokok rata-rata barang yang terakhir.

Bagaimana para pebisnis, pemilik perusahaan, hingga para staf perusahaan yang bertugas di bagian penyimpanan? Informasi terkait apa sistem inventory ini sangat membantu? Terlebih, seluruh divisi memang sebaiknya wajib mengetahui,terkait sistem ini dan alangkah baiknya juga bisa menerapkan sistem inventory dengan efektif dan efisien.

Hal tersebut dilakukan agar kamu tidak kehilangan keuntungan yang diinginkan. Tidak lupa, untuk sesuaikan penggunaannya dengan kemampuan yang perusahaan miliki.

Pemantauan penyimpanan barang dengan sistem inventory dengan mudah dan praktis juga bisa kamu lakukan menggunakan aplikasi inventory barang berbasis web seperti JURNAL. Software akuntansi modern memiliki fitur canggih yang bisa disesuaikan dengan bisnis flow perusahaan.

Salah satunya, fitur untuk pengelolaan persediaan barang. Jadi, tidak ada lagi pemantauan dan cek stok secara manual.

Kamu tinggal lihat dan pantau melalui software dengan mudah dan praktis. Yuk, buat para pebisnis, gunakan software akuntansi modern yang bisa memudahkan proses bisnis kamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *